Inovasi Bor Gigi yang Bernyanyi

Bukan perkara mudah mengajak anak untuk memeriksakan giginya. Suasana ruang dokter maupun perlakuan dokter gigi tak jarang membuat anak takut. Belum lagi peralatan kedokteran gigi yang menyeramkan. Namun kini ada inovasi baru dengan temuan bor gigi yang bisa bernyanyi, sehingga anak pun senang untuk diperiksa.

Bor Gigi

Drg Dhani Gustiana, dokter bedah mulut RSUP dr Sardjito Yogyakarta menemukan alat bor gigi yang mampu memutar segala jenis music. Alat yang diberi nama Singing Dental Drill ini adalah hasil kreasinya menyusul keprihatinannya terhadap sejumlah pasien yang takut terhadap peralatan kesehatan gigi.

Dengan alat bor gigi bernama Singing Dental Drill ini diharapkan pasien tak perlu khawatir dan ketakutan ketika harus memeriksakan giginya ke dokter. Khususnya lagi untuk pasien anak-anak. Alat bor yang selalu dianggap menakutkan oleh sebagian masyarakat, kini tak lagi seram dengan inovasi yang berhasil diciptakan oleh dokter gigi ini.

Meurut Ghani, suara khas dengingan bor gigi yang selama ini menakutkan akan digantikan dengan suara lagu sesuai dengan permintaan pasien.

”Untuk pasien anak-anak, dilakukan pula modifikasi pada kepala bor dengan dipasang boneka keramik yang terbuat dari silicon yang berguna sebagai peredam dengingan bor,” ujarnya.

Ghani mengatakan, riset bor gigi bernyanyi ini dilakukan sejak tahun 2006 lalu dan baru mulai dipublikasikan pada tahun 2008.
Inovasi tersebutlah yang mengantarkannya meraih penghargaan dari kegiatan Konggres Dokter Gigi Internasional yang berlangsung di Yunani. Penelitian tersebut dipublikasikan di Internasional of Pediatric Dentistry

Keunikan inovasi bor gigi buatan dani dari bor gigi konvensional adalah suara desing yang biasa keluar pada bor gigi diubah menjadi suara musik dari berbagai jenis musisi. Di jelaskan, untuk mengganti suara desing tersebut dipasang alat pemutar mp3 dirangkai dengan blusher mikro speaker. Sedangkan untuk meredam suara denging dipasang silikon sebagai peredam. ”biaya yang dihabiskan membuat bor gigi ini sekitar enam juta rupiah,” imbuhnya.

Dari pengalamannya, kebanyakan pasien lebih takut pada suara bor gigi yang berkekuatan 85 desibel daripada tindakan pengeboran gigi itu sendiri.

Setelah tidak lagi mengeluarkan suara yang mengerikan, anak-anak dan orang dewasa menjadi tidak takut jika harus di bor giginya.
”Bahkan anak-anak usia 1 tahun juga merasa nyaman karena lagu yang tersedia bervariasi. Termasuk lagu anak-anak dan pop yang sedang populer dari ST 12 hingga Meggy Z dengan sakit giginya,” ujarnya tertawa.

fajrul amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *